Culture is the national identity!!

Latest

Tafsir Bebas Sejarah Tari

Koreografer asal Prancis, Dominique Boivin tampil jenaka pada pertunjukan tari kontemporer di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (11/4). Pertunjukan tari yang bertajuk “Tari, sebuah sejarah menurut caraku sendiri” ini menampilkan perjalanan sejarah tari dunia menurut Dominique.

Sejarah tari mungkin tak menarik jika dituturkan sejarawan. Tetapi seorang koreografer punya cara unik. Sejarah tari dalam peradaban manusia dikemas dalam pentas koreografi. Mulai dari tari primitif hingga hip hop masa kini.

Seorang koreografer, dan juga salah seorang pendiri kelompok tari Cie Beau Geste asal Prancis, Dominique Boivin, “bercerita” tentang sejarah tari lewat karyanya yang bertajuk “La Dansa, une histoire a ma facon, (Tari, Sebuah Sejarah Menurut Caraku Sendiri, Red), yang dipertunjukkan di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (11/4).

Lewat karyanya tersebut, Dominique menggambarkan sejarah tari, sejak jaman prasejarah hingga masa kini, lewat pandangannya sendiri. Selama satu jam, sejak pukul 20.15 WIB, Dominique menari sambil sesekali bernarasi mengungkapkan perkembangan seni tari dari masa ke masa.

Ketakjelasan awal munculnya seni tari digambarkan lewat gerakan-gerakan yang tak beraturan. Ia memutar-mutarkan badannya, meloncat, mengayunkan tangan, dan menggerakkan kepala ke berbagai arah, mirip tarian masyarakat primitif.

Hingga akhirnya, pada satu titik, gerakan Dominique sedikit demi sedikit semakin terbentuk dengan jelas. Kemudian lewat keluwesan tubuhnya, ia “masuk” ke masa abad XVI. Menurut Dominique, saat itu seni tari mulai tertarik pada bentuk geometris.

Tarian pun mulai dilakukan secara berpasangan, antara laki-laki dan wanita. Tarian pun mulai mengandung gerakan-gerakan yang memukau penonton. Hingga akhirnya Dominique mengajak penonton memasuki abad XVIII.

Pada abad ini, ada seorang guru besar seni tari bernama Noverre. Dialah yang kemudian memperkenalkan balet (ballet d’action, Red), serta pantomim. Selanjutnya ia melemparkan pertanyaan pada penonton (mungkin pada dirinya sendiri, Red), “apakah tarian itu?”

Dominique menjabarkan jawaban dari pertanyaannya itu, dengan memvisualisasikan kerja keras seorang koreografer terkenal, Marie Taglioni. Dominique bercerita, bahwa pada tahun 1831, Marie Taglioni menghabiskan waktunya lebih dari dua jam dalam sehari untuk melatih keseimbangan tubuhnya, sehingga ia dapat berdiri tegak dengan satu kaki.

Kepuasan Penonton

Semua kerja keras itu, kata Dominique dilakukan Marie Taglioni untuk mencapai kesempurnaan dalam gerakan. Ini merupakan cara tradisional, namun membawa manfaat, dan memberi kepuasan kepada penonton.

“Kalau menurut saya tari adalah sebuah alat untuk mencapai suatu tujuan atau kepuasan,” katanya saat ditemui usai pertunjukan.

Selanjutnya, Dominique mengungkapkan perkembangan seni tari dari tahun 1841, 1892, akhir abad XIX, 1936, 1913, 1925, 1950-an, hingga masa kini, yang terjadi di Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Jerman, dan Prancis.

Lewat gerakan-gerakan tubuhnya dan dibantu dengan visualisasi gambar pada layar berukuran besar di atas panggung, Dominique bercerita, bahwa perkembangan seni tari di tiap-tiap negara berbeda. Termasuk ketika akhir abad XIX balet menjadi populer di Rusia, padahal saat itu di Eropa justru sebaliknya, balet mulai ditinggalkan.

“Saat itu selera publik dan koreografer berubah. Beberapa karya koreografer di Saint Petersbourg, Rusia, seperti Marius Petipa memberi kontribusi pada titik kulminasi pendidikan tari balet, saat ia menciptakan karya Swan Lake, Nut Cracker, dan Sleeping Beauty,” jelas Dominique.

Namun dalam “La Danse, une histoire a ma facon” yang telah dipertunjukkan di beberapa negara ini, Dominique tampak lebih menitikberatkan pada perkembangan seni tari di Amerika Serikat, ketimbang di negara asalnya, Prancis.

“Kalau dipetakan, sejarah seni tari memang berkembang dari Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Jepang, Prancis, dan lain-lain. Tapi hingga tahun 1950-an, saat di berbagai negara seni tari mengalami banyak perubahan, di Prancis, seni tari tetap pada gaya neo klasik,” ungkapnya.

Sampai kemudian tahun 1980-an, perkembangan seni tari di Prancis mulai mengalami “pergerakan”. Sebab, ketika itu pemerintah mulai membiayai seni dan budaya. “Ketika kami punya uang barulah kami bisa berkarya,” ungkapnya.

Dominique mengatakan, karyanya ini mulai diciptakan tahun 1994, namun hingga tahun 1999 terus mengalami penyempurnaan. Selama pertunjukan, Dominique banyak menggunakan alat-alat sederhana, seperti topeng, tongkat, sapu tangan, dan lain-lain.

“Saya berusaha menggunakan alat-alat sederhana, yang mudah ditemui dan dilihat orang,” ujarnya.

Hal tersulit dalam menciptakan karyanya ini, jelas Dominique, adalah membuat gerakan-gerakan yang tidak sama selama satu jam. Sekitar 3 juta gerakan tari telah ia ciptakan dalam menyempurnakan koreografinya kali ini.

Dominique mulai menari pada usia 6 tahun, dengan gaya tarian akrobat. Usia 10 tahun hingga 18 tahun, ia belajar tari klasik. Ia mulai belajar tari kontemporer dengan Carolyn Carlson. [Y-6]

Macam2 Tarian Daerah Indonesia

1. Tari-tarian Daerah Istimewa Aceh

Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh.

Tari Saman Meuseukat, di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam

2. Tari-tarian Daerah Bali

Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.

Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa

3. Tari-tarian Daerah Bengkulu

Tari Andun, dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.

Tari Bidadari Teminang Anak, tarian ini dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong.

4. Tari-tarian Daerah DKI Jakarta

Tart Topeng, merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu agung.

Tari Yopong, adalah tari persembahan untuk menghormati tamu negara.

5. Tari-tarian Daerah Jambi

Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari Melayu.

Tari Selampir Delapan, merupakan tari pergaulan muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi.

6. Tari-tarian Daerah Jawa Barat

Tari Topeng Kuncaran, merupakan sebuah tarian yang mengisahkan dendam kesumat seorang raja karena cintanya ditolak.

Tari Merak, sebuah tari yang mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah dan memukau.

7. Tari-tarian Daerah Jawa Tengah

Tari Serimpi, sebuah tarian keraton pada masa silam dengan suasana lembut, agung dan menawan.

Tari Blambangan Cakil, mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil (raksasa). Sebuah perlambang penumpasan angkara murka.

8. Tari-tarian Daerah JawaTimur

Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu.

Reog Ponorogo, merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan.

9. Tari-tarian Daerah kalimantan Barat

Tarri Monong, merupakan tari penolak penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi

Tari Zapin Tembung, Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat Kalimantan Barat

10. Tari-tarian Daerah Katimantan Selatan

Tari Baksa Kembang, merupakan tari selamat datang pada tamu agung dengan menyampaikan untaian bunga.

Tari Radab rahayu, di pertunjukan pada upacara tepung tawar, sebelum pengantin pria dan wanita di persandingkan.

11. Tari-tarian Daerah Kalimantan tengah

Tari Tambun dan bungai, Merupakan tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai Dalam mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat.

Tari Balean Dadas, Merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit.

12. Tari-tarian : Daerah Kalimantan Timur

Tari Gong, di pertunjukan pada upacara penyambutan terhadap tatmu agung. Dapat pula di pertunjukan sewaktu lahir seorang bayi kepala suku.

Tari perang, Tari yang mempertunjukan dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis.

13. Tari-tarian Daerah Lampung.

Tari Jangget, adalah tarian untuk upacar-upacara peradatan. Tarian ini melambangkan keluhuran budi dan susila rakyat Lampung.

Tari Malinting, merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat Lampung. Menceritakan tentang kunjungan Sunan Gunung Jati ke Keraton Pulung.

14. Tari-tarian Daerah Maluku

Tari Lenso. merupakan tari pergaulan bagi segenap lapisan rakyat masyarakat Maluku.

Tari Cakalele, adalah tari Perang Yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang gagah perkasa.

15. Tari-Tarian Daerah Maluku Utara

Tari Perang, Tarian rakyat untuk menyambut para pahlawan yang pualng dari medan juang.

Tari Nahar Ilaa, tarian pengikat persahabatan pada waktu “panas Pela” kesepakatan kampung untuk membangun.

16. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Barat

Tari Mpaa Lenggogo, sebuah tarian guna menyambut Maulid Nahi Muhammad SAW. Tarian ini juga scring dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja.

Tari Batunganga, sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat. Mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon agar sang putri dapat keluar dari dalam batu itu.

17. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Timur

Tari Perang, tari yang menunjukkan sifat-sifat keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata. Senjata yang dipakai berupa cambuk dan perisai.

Tari Gareng Lameng, dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin dan sukses dalam hidupnya.

18. Tari-tarian Daerah Papua Barat danTengah

Tari Suanggi, tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya yang menjadi korban angi-angi (jejadian).

Tari Perang, tari yang melambangkan kepahlawana, dan kegagahan rakyat Papua.

29. Tari-tarian Daerah Papua Timur

Tari Selamat Datang, tari yang mempertunjukan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati.

Tari Musyoh, merupakan tari sakral dalam upaya mengusir arwah or¬ang meninggal karena kecelakaan.

20. Tari-tarian Daerah Riau

Tari Tandak, merupakan tari pergaulan yang sangat di gemari di daerah Riau.

Tori Joged Lambak, adalah tari pergaulan muda-mudi, yang sangat populer dan disenangi

21 Tari-tarian Daerah Sulawesi Selatan

Kipas, tari yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas samhil mengikuti alunan lagu.

Bosara, merupakan tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerakan-gerakan badannya sangat luwes.

22. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tengah

Tari Lumense, tari dari Poso yang merupakan tarian selamat dating untuk menyambut tamu agung.

Tari Peule Cinde, termasuk pula tarian untuk menyambut tamu agung. Puncak acaranya adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu.

23. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tenggara

Tari Balumpa, merupakan tari selamat datang dalarn menyambut tamu agung. Tari rakyat ini berasal dari Buton.

Tari Dinggu, melambangkan sifat kegotong royongan dalam kerja bersama sewaktu menumbuk padi. Sentuhan alu pada lesung merupakan irama tersendiri yang menyentuh hati.

24. Tari-tarian Daerah Sulawesi Utara

Tari Maengket, merupakan tari pergaulan yang dilakukan secara berpasang-pasangan. Menggambarkan suasana kasih sayang dan cumbuan.

Tari Polopalo, adalah tari pergaulan bagi muda-mudi daerah Gorontalo.

25. Tari-tarian Daerah Sumatra Barat

Tari Piring : Sebuah tari tradisional yang melambangkan suasana kegotong royongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-sam.

Tari Payung : Ditarikan oleh sepasang muda-mudi dengan payung di tangan, sang pria melindungi kepala sang wanita, sebuah perlamban perlindungan lelaki terhadap wanita.

26. Tari-tarian Daerah Sumatra Selatan

Tari Tanggal, merupakan sebuah tarian dalam menyambut para tamu disertai upacara kebesaran adat.

Tari Putri Bekhusek, artinya sang putri yang sedang bermain. Tari ini sangat populer di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan melamhangka kemakmuran daerah Sumatra Selatan

27. Tari-tarian Daerah Sumatra Utara

Tari Serampang Dua Belas, Sebuah tari Melayu dengan irama joged diiringi musik dengan pukulan gendang ala Amerika Latin. Serampang dua belas merupakan tari pergaulan.

Tari Tor Tor, Sebuah tari dari daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan dan ditarikan dalam suasana khusuk.

28. Tari-tarian Daerah Istimewa Yogyakarta

Tari Serimpi Sangu Pati, sebuah tarian keraton pada masalalu disertai suara gamelan dengan gerak tari yang lembut.

Tari Bedaya, merupakan tarian keraton yang di tarikan oleh 9 putri dengan irama yang lemah gemulai

Apresiasi Seni Tari

Seni adalah alat komunikasi yang halus karena simbolis yang terkandung dalam karya seni yang bersangkutan sehingga dalam seni dituntut lebih banyak persyaratan untuk dapat mengungkapkan misi yang akan di sampaikan. Pengertian apresiasi tidak terbatas pada kemampuan mengungkap misi, baik yang menyampaikan (berupa karya) maupun yang menerima misi (pemirsa atau pemerhati seni). Pada prinsipnya, apresiasi seni merupakan aktivitas mental yang mencakup penghargaan yang bersifat subjektif, namun bagi kritikus seni penilaian sebuah karya tetap akan menjurus pada objektivitas.

Kritikus adalah orang-orang yang memilki pengetahuan tentang seni lebih banyak sehingga dapat menilai lewat penalaran dan keilmuan. Untuk menikmati suatu karya seni diperlukan pemahaman yang menyeluruh tentang seluk beluk karya seni. Untuk memahami lebih jauh terlebih dahulu harus melalui tahap permulaan, yaitu definisi seni tari itu sendiri. Di bawah ini adalah pendapat beberapa tokoh seni.
1.Kamala Devi Chattopadhyaya
Seorang kritikus dan seniman India, mendefinisikan tari sebagai gerakan-gerakan luar yang ritmis dan lama kelamaan tampak mengarah pada bentuk-bentuk tertentu.
2.Corry Hartong
Menurut Corry Hartong, tari ialah gerakan yang berbentuk dari ritmis dari badan di dalam ruang.
3.Soedarsono
Seorang kritikus seni yang mendefinisikan tari sebagai ekspresi jiwa manusia melalui gerakan-gerakan ritmis yang indah.

Dari batasan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa media dasar seni tari adalah gerak, apakah semua gerak badan, seperti joget dangdut yang tidak baku juga dapat dikatakan seni.
Joget dangdut dan senam adalah gerak-gerak ritmis yang telah mengalami proses pengolahan terlebih dahulu. Kegiatan manusia tersebut terkadang hampir sama kenyataannya dengan batasan seni tario, yang pada hakikatnya berbeda. Bila kita amati dengan seksama, letak perbedannya adalah tuntutan dan tujuannya.
Ini adalah kata yang mudah diucapkan. Makna indah buhkan hanya mengarah pada tuntutan keluwesan tubuh, kelemah lunglaian, atau gerakan-gerakan yang halus saja, melainkan mengarah pada enak dan sedap dipandang mata, menyenangkan, atau memikat pemirsa.

Tuntutan keindahan yang terkandung dalam ungkapan dalam gerak distilir yang ritmis untuk seni tari pada hakikatnya berbeda, nilai keindahannya dapat diartikan luas, karena ungkapan gerak tari dari awal hingga akhir merupakan suatu rangkaian yang memiliki kesatuan makna.
Nilai keindahan kemolekan, kecantikan tidak mutlak untuk sebuah seni tari karena keindahan seni tari terletak pada keselarasan antara gerak yang dilakukan dengan tujuan tari yang bersangkutan.

Kata indah di sini berarti bahwa gerak tari disesuaikan dengan karakter tokoh yang dibawakan, contohnya seorang penari Gambyong pareanom yang halus dengan langkah gajah oling (maju ke kiri kebyok kanan, maju kanan gebyok kiri) tidak boleh sembarangan melakukan gerakan, seperti penari joget dangdut , tetapi perlu penjiwaan. Dari contoh itu dapat dikatakan bahwa indah berarti jika seorang penari dalam membawakan tarian sesuai dengan perwatakan dan karakter yang dituntut dari tarian yang bersangkutan.
Tujuan apresiasi adalah mengarahkan penafsiran pada suatu karya tari agar memilki kemampuan dalam menikmati, menghargai jenis-jenis karya tari secara baik dan positif.

Tari adalah dalah salah satu jenis gerak selain senam, bela diri, akrobatik, atau pantomime. Sebagai seni, tari memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan seni-seni lain. Seni tari secara umum memiliki aspek-aspek gerak, ritmis, keindahan, dan ekspresi. Selain itu, seni tari memilki unsur-unsur ruang, tenaga, dan waktu.
Ruang berhubungan dengan posisi, tingkatan, dan jangkauan. Posisi berhubungan dengan arah hadap dan arah gerak. Arah hadap, seperti menghadap kedepan, kebelakang, serong kanan, dan serong kiri, arah gerak, contohnya menuju kedepan, kebelakang, memutar, atau zigzag. Tingkatan berhubungan dengan tinggi rens\dahnya posisi duduk dan level tinggi dengan posisi kaki dijinjitkan atau dengan meloncat-loncat,. Jangkauan berhubungan dengan gerak yang panjang atau pendek, gerak yang besar atau kecil.

Tenaga sangat dibutuhkan dalam seni tari karena dengan tenaga, tari yang ditampilkan lebih kreatif. Tenaga dalam seni tari sangat berhubungan dengan rasa dan emosi, bukan dengan kekuatan otot. Gerakan tari yang dikendalikan dan diatur dengan tenaga yang berbeda-beda akan membangkitkan kesan yang mendalam, bukan hanya bagi penonton, juga bagi si penari.

Jenis dan Peran Seni Tari dalam Konteks Masyarakat dan Budaya
Seni tari sangat berhubungan dengan keadaan masyarakat dan budaya setempat. Oleh karena itu, fungsi peranan, fdan jenis-jenisnya pun sangat berhubungan dengan masyarakat dan budaya setempat. Bahkan dalam perkembangannya, seni tari dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat dan budayanya.

Fungsi dan Peranan Seni Tari
Sebagai suatu kegiatan, seni taeri memiliki beberapa fungsi, yaitu seni tari sebagai sarana upacara, seni tari sebagai hiburan, seni tari sebagai media pergaulan, seni tari sebagai penyaluran terapi, seni tari sebagai media pendidikan, seni tari sebagai pertunjukkan, dan seni tari sebagai media katarsis. (Wardhana, 1990 : 21-36).
a.Seni tari sebagai sarana upacara.
Tari dapat digunakan sebagai sarana upacara. Jenis tari ini banyak macamnya, seperti tari untuk upacara keagamaan dan upacara penting dalam kehidupan manusia..
b.Seni tari senagai hiburan
Tari sebagai hiburan harus bervariasi sehingga tidak menjemukan dan menjenuhkan. Oleh karena itu, jenis ini menggunakan tema-tema yang sederhana, tidak muluk-muluk, diiringi lagu yang enak dan mengasyikkan. Kostum dan tata panggungnya dipersiapkan derngan cara yang menarik.
c.Seni tari sebagai penyaluran terapi.
Jenis tari ini biasanya ditujukan untuk penyandang cacat fisik atau cacat mental. Penyalurannya dapat dilakukan secara langsung bagi penderita cacat tubuh atau bagi penderita tuna wicara dan tuna rungu, dan secara tidak langsung bagi penderita cacat mental. Bagi masyarakat timur, jenis tarian ini pantangan kerena persaan iba atau tak sampai hati.
d.Seni tari sebagai media pendidikan
Kegiatan tari dapat dijadikan media pendidikan, se[erti mendidik anak untuk bersikap dewasa dan menghindari tingkah laku yang menyimpang. Nilai-nilai keindahan dan keluhuran pada seni tari dapat mengasah perasaan seseorang.
e.Seni tari sebagai media pergaulan.
Seni tari adalah kolektif, artinya penggarapan tari melibatkan beberapa orang. Oleh karena itu, kegiatan tari dapat berfungsi sebagai sarana pergaulan . kegiatan tari, seperti latihan tari yang rutin atau pementasan tari bersama, adalah sarana pergaulan yang baik.
f.Seni tari sebagai media pertunjukkan
Tari bukan hanya sarana upacara atau hiburan, tari juga bisa berfungsi sebagai pertunjukkan yang sengaja di garap untuk di pertontonkan. Tari ini biasanya dipersiapkan dsengan baik, mulai dari latihan hingga pementasan, diteliti dengan penuh perhitungan. Tari yang dipentaskan, lebih menitikberatkan pada segi artistiknya, penggarapan koreografi yang mantap, mengandung ide-ide, interprestasi, konsepsional serta memiliki tema dan tujuan.
g.Seni tari sebagai media katarsis
Katarsis berarti pembersihan jiwa. Seni tari sebagai media media katarsis lebih mudah dilaksanakan oleh orang yang telah mencapai taraf atas, dalam penghayatan seni

Jenis-Jenis Tari Tradisi Nusantara.
Tradisional atau sering disebut tradisi berarti warisan budaya yang sudah cukup lama hidup dan berkembang secara turun menurun. Tari sebagai hasil kebudayaan juga merupakan seni yang sudah cukup lama hidup berkembang secara turun menurun. Jenisnya sangat banyak yang tersebar hampir di seluruh wilayah Nusantara.
Pada umumnya, tari-tari tradisional digarap secara baik dengan memperhatikan kaidah-kaidah seni pertunjukan sehingga tari tradisional merupakan seni yang bernilai artistik cukup tinggi. Tari tradisi semacam ini disebut tari tradisional klasik. Tario tradisional klasik mempunyai cirri-ciri yangbtelah mengalami pengolahan dan penggarapan gerak secara berkembang, yaitu keindahan yang di salurkan melaluim pola-pola gerak yang telah ditentukan . gerakan itu melampaui kebutuhan minimal yang diperlukan oleh konteksnya, dan ukuran-ukuran. Keindahannya yang telah terbukti melampaui batas-batas daerah.

Jenis-jenis tari berdasarkan fungsinya
Berdasarkan fungsinya, tari di bagi menjadi tiga jenis, yaitu tari upacara, tari pergaulan atau hiburan, dan tari pertunjukkan.
Tari Upacara.
a.Upacara keagamaan.
Tari Sang Hyang, Gabor, Wayang Uwong, Gambuh, dan lain-lain (bali).
Ngalase (Jawa Barat), Senyang (Jawa Timur), dan Seblang (Banyuwangi)
Randai, Tortor (Sumatera)
Tari Gantan dan Tari Huda (Kalimantan)
Tari Mon dan Tari Tewadan (Papua)
Tari Reko Tenda (plores)
Tari Ma’gellu, Tari Pa’gellu, Tari Bissu, dan Tari Bataran (Sulawesi).
b.Upacara Kebesaran Keistanaan (Kraton)
Tari Legong Kraton (Bali)
Tari Bedoyo Semang (Yogyakarta), Bedoyo Kesawang, (Surakarta), Srimpi (jawa Timur), dan Beskalan (Situbondo)
Gending Sriwijaya (Palembang)
Tari Patudu dan Tari Pojoge (Makassar)
Tari Gembu (Sumenep).
c.Upacara Penting dalam kehidupan manusia
Upacara panen dirayakan dengan Tari Pakarena (Sulawesi Tenggara) dan Tari Manimbo (Toraja)
Upacara Khitanan dirayakan dengan tari Sisingan (Subang) dari Tari Jaranan Buto (Blitar)
Upacara Perkawinan dimeriahkan dengan Tari Beksan, Tari Lawung (Yogyakarta)
Upacara kematian menggunakan Tari Ma’bodang (Sulawesi), Tari Ma’maropkha, Tari Ma’Randing (Sulawesi)
Upacara maju perang menggunakan Tari Mandau (Kalimantan), Tari Karja (Sulawesi Timur).

Diposkan oleh Ilham Idrus, ST di 02.38

SEJARAH TARI DI INDONESIA

A. ZAMAN PRASEJARAH
Zaman prasejarah adalah zaman sebelum lahirnya kerajaan di Indonesia. Entuk dan wujud tariannya cenderung menirukan gerak alam lingkungannya yang bersifat imiatatif. Sebagai contoh menirukan binatang yang akan diburu, pemujaan dan penyembuhan penyakit
B. ZAMAN INDONESIA HINDU
Pada zaman Indonesia hindu, seni tari mulai digarap dan banyak dipengaruhi oleh kebudayaan dar India. Beberapa jenis tari pada zaman Indonesia hindu seperi tari-tarian adat dan keagamaan berhasil disempurnakan menjadi tarian klasik yang beratistik tinggi. Sebagai contoh wayang wong, wayang topeng.
C. ZAMAN INDONESIA ISLAM
Pada zaman Indonesia islam, seni mengalami keyaan penggarapannya kebanyakan di keraton yaitu kasutanan dan kesultanan. Kedua kerajaan tersebut mengembangkan identitasnya yang akhirnya menjadi 2 jenis tari yaitu kasunanan dan kasultanan.
D. ZAMN PENJAJAHAN
Pada zaman penjajahan, tari-tarian mengalami kesuraman sebab berada dalam suasana peperangan dan penjajahan.
E. ZAMAN SETELAH MERDEKA SAMPAI SEKARANG
Setelah merdeka, peran tari mulai difungskikan untuk keagamaan ataupun sebagai hiburan dan muncul banyak kreasi-kreasi baru ataupun inovasi terhadap seni tari klasik.

Sumber :Buku Seni Rupa, Heru Purwanto dkk, Ganexa Exact

History of Art!!

Kesenian atau seni boleh dibahagikan kepada 4 bahagian yaitu :

  • Seni Suara
  • Seni Gerak
  • Seni Rupa
  • Permainan Tradisional

Menurut Kamus Dewan Seni didefinisikan sebagai karya (sajak, lukisan, muzik, dll) yang dicipta dengan bakat (kecekapan), hasil daripada sesuatu ciptaan.

Manakala kesenian bermaksud perihal seni, yang berkaitan dengan seni, keindahan (kehalusan).

Kesenian ini menjadi tunjang kepada kebudayaan masyarakat Melayu sejak turun temurun lagi. Dengan adanya kesenian seperti ini identiti masyarakat Melayu lebih terserlah dan dikenali ramai.

Kementerian Kebudanyaan dan Kesenian telah mengambil pebagai inisiatif bagi memantapkan dan memperkembangkan lagi kebudayaan masyarakat Melayu. Kesenian bangsa Melayu telah diakui dunia sebagai unik dan menarik.

SENI SUARA

Kesenian mengikut definisi Herberth Read adalah suatu usaha untuk mencipta bentuk-bentuk yang menyenangkan dan seni itu dijalankan pula daripada estetika.

Dalam seni suara kesenian Melayu dapat dibahagikan kepada dua bahagian iaitu :

  • Seni Vokal

Seni Vokal lahir daripada pita suara yang boleh memberi kepuasan kepada pendengar. Setiap seni vokal itu berbeza mengikut masyarakat. Dalam masyarakat Melayu terdapat seni vokal tanpa muzik dan seni vokal yang bergabung dengan muzik.

Seni Vokal tanpa muzik yang sering dinyanyikan dalam masyarakat Melayu ialah :

  1. Endoi atau dendang Siti Fatimah dan ulit anak
  2. Endoi atau dendang Siti Fatimah terkenal di negerii Perak, Selangor dan Negeri Sembilan manakala ulit anak dinegeri Terengganu. Biasanya dilagukan dalam upacara berbentuk keislaman seperti menyambut kelahiran anak atau upacara bercukur kepala.

  3. Nazam atau naban
  4. Berasal daripada Terengganu, Pahang dan Melaka. Dikarang dalam Bahasa Melayu yang mengisahkan riwayat Nabi Muhamad, para Nabi Allah dan para sahabat Rasul. Persembahan yang tidak disertai alat muzik ini memerlukan kemerduan suara.

  5. Marhaban, nasyid dan qasidah

Merupakan nyanyian keagamaan. Marhaban ialah pujian kepada Nabi Muhamad dan dinyanyikan dalam Bahasa Arab. Nasyid ialah nyanyian dan berbentuk dakwah Islam iaitu terdapat dalam senikata Arab dan Melayu. Qasidah biasanya dinyanyikan dalam bahasa Arab yang mengandungi puisi memuji Nabi Muhamad dan para sahabat.

  • Lagu yang digabungkan dengan muzik
  1. Dikir
  2. Dikir dikenali dengan pelbagai nama seperti dikir maulud, dikir Pahang, dikir Rebana dan dikir berarak. Dikir-dikir ini dilagukan dengan iringan pukulan rebana atau kompang.

  3. Hadrah
  4. Sejenis nyanyian yang berasal daripada dikir. Dinyanyikan dengan iringan sejenis alat bercorak rebana yang hampir sama dengan kompang.

  5. Beduan
  6. Sejenis naynyian rakyat negeri Perlis dan diringi dengan bunyi-bunyian gendang. Beduan mempunyai persamaan dengan bentuk zikir dan burdah yang diringi dengan pukulan rebana.

  7. Dikir barat
  8. Sejenis nyayian yang terkenal dinegeri Kelantan. Nyanyiannya diringan dengan pukulan rebana.

  9. Ghazal

Sejenis puisi Arab yang berbentuk percintaan. Ghazal dinyanyiakan dengan iringan alat seperti syeringgi, sitar, harmonium dan tabla.

Menurut Kamus Dewan Muzik didefinisikan sebagai gubahan bunyi yang menghasilkan bentuk dan irama yang indah dan menyenangkan, bunyi-bunyian.

Muzik adalah satu daya tarikan kepada manusia. Ahli-ahli falsafah berpendapat bahawa setiap manusia mempunyai minat terhadap muzik. Keadaan ini jelas dilihat kepada reaksi manusia terhadap bunyi-bunyian yang sudah menjadi kegemaran sejak manusia dilahirkan. Muzik sebenarnya tidak dapat dilihat dan dinikmati dengan pancaindera penglihatan, tetapi dirasai dengan hati atau perasaan.

  • Muzik Tradisi Warisan Istana

Dalam masyarakat terdapat dua kelompok masyarakat iaitu :

  • Tradisi tinggi (great tradition)
  • Tradisi rendah (little tardition)

Kumpulan masyarakat tradisi tinggi terdiri daripada golongan bangsawan yang merupakan golongan kelas pemerintah yang menjadikan istana sebagai pusat kebudayaan.

Raja-raja menubuhkan kumpulan-kumpulan muzik diistana dan latihan dianjurkan untuk meningkatkan mutu persembahannya. Muzik nobat menjadi satu pasukan muzik istana sejak abab ke 15 lagi. Muzik ini dimainkan dalam upacara pertabalan, kematian raja dan upacara mengadap oleh para pembesar di hadapan balairung. Selain nobat muzik yang berkembang melalui tradisi istana di Malaysia ialah gamelan. Gamelan yang terkenal diTanah Melayu berasal dari kerajaa Riau-Lingga dan Johor. Alat-alat muzik yang digunakan dalam gamelan termasuklah saron, bonang, kerompong, gendang dan gong.

  • Tradisi Muzik Rakyat

Disamping tradisi tinggi yang berpusat diistana, terdapat pula tradisi rendah dikalangan rakyat biasa yang terdir daripada kaum petani dan nelayan. Perkembangan seni muzik diperingkat masyarakat tradisi rendah lahir daripada minat anggota masyarakat itu sendiri. Sebahagian daripada mereka mewarisi keahlian bermain alat-alat muzik itu daripada keluarganya. Alat-alat muzik ini diperbuat daripada bahan-bahan yang diperolehi disekeliling mereka seperti buluh, kayu, kulit binatang dan lain-lain. Muzik rebana merupakan sejenis alat muzik yang berkembang dalam masyarakat Melayu tradisional. Rebana dimainkan dalam persembahan yang berunsur keislaman seperti dikir, ratib, nazam, hadrah, rodat, maulut dan lain-lain.

  • Tradisi Muzik Melayu yang lain

Tradisi muzik melayu yang lain seperti muzik makyong dan gendang keling diwarisi dari zaman praislam.Gendang keling dan Mek Mulung di Kedah dan Perlis menggunakan alat muzik seperti Gong, rebab, gendang dan serunai. Di samping berbagai – bagai jenis muzik yang dinyatakan ,muzik wayang kulit, kuda kepang dan ghazal juga merupakan muzik melayu tradisional dari zaman silam. Muzik wayang kulit mengandungi alat muzik seperti gamelan dan mempunyai hubungan dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat pribumi. Ghazal pula berasal dari pengaruh Arab Parsi , yang dibawa melalui India sebelum berkembang di alam melayu. Muzik melayu asli ialah muzik yang menyertai tarian ronggeng atau joget yang mempunyai hubungan dengan dongdang sayang yang berkembang di Melaka dan canggung di Perlis. Dalam Tarian kuda kepang pula terdapat alat – alat muzik paluan yang dibunyikan mengikut rentak kuda berlari. Tarian kuda kepang ini berkembang di Johor di kalangan masyarakat melayu keturunan Jawa.

SENI GERAK

Seni gerak mengandungi segala gerakan tubuh badan yang mempunyai unsur – unsur keindahan . Seni ini dapat dilihat pada gerakan tangan , kaki , badan , mata dan anggota badan yang lain. seni gerak orang melayu dapat dibahagikan kepada dua jenis iaitu seni tari dan seni drama.

SENI TARI

Seorang ahli sejarah tarian dan muzik Jerman bernama C. Sachs telah memberikan definisi seni tari sebagai gerakan yang berirama. Seni tari adalah pengucapan jiwa manusia melalui gerak – geri berirama yang indah. Dalam kebudayaan melayu terdapat berbagai – bagai jenis tarian , sama ada tarian asli ataupun tarian yang telah dipengaruhi oleh unsur – unsur moden. Menurut Jaafar Mampak, tarian melayu asli terbahagi kepada dua jenis. Pertama , tarian yang bercorak lemah lembut seperti tarian mak inang dan siti payung. Kedua , tarian rancak yang merupakan hasil daripada pengaruh tarian Portugis seperti tarian Ronggeng , Serampang Laut dan Singapura Dua.

Seni tari boleh dikategorikan dalam berbagai – bagai jenis. Antara pembahagian yang boleh dibuat terhadap seni tari melayu adalah seperti berikut :

  1. Tarian – tarian yang bercorak seni tari istana yang dipersembahkan pada waktu perkahwinan , pertabalan , istiadat menyembah dan sebagainya. Tarian – tarian ini termasuklah tarian siti payung , mak inang , asyik , gamelan dan sebagainya.
  2. Tarian – tarian yang memperlihatkan wujudnya pengaruh Arab dan Parsi seperti tarian rodat , hadrah dan sebagainya.
  3. Tarian rakyat seperti dondang sayang , ronggeng , joget dan sebagainya.
  4. Tarian yang khusus ditarikan oleh kaum lelaki sahaja seperti tarian kuda kepang , tarian labi – labi , tarian berdayung dan sebagainya.

TARIAN ASLI

Tarian ini dicipta berdasarkan lagu – lagu melayu asli dengan mengikuti irama lagu – lagu melayu asli yang tertentu. Seni tari jenis ini ialah tarian yang dicipta daripada lagu Makan Sirih , Gunung Banang , Sapu Tangan , Asli Selendang , Bentan , Telani , Asli Abadi dan sebagainya.

TARIAN ASYIK

Tarian ini adalah sejenis tarian klasik dari daerah – daerah di Kelantan yang ditarikan di istana raja – raja Kelantan dan Patani. Asyik bererti kekasih , oleh itu tarian ini bersesuaian dengan gerak – geri bersifat lemah lembut dan penuh dengan ketertiban. Tarian ini dimulai dengan sepuluh orang penari masuk ke dewan tarian terlebih dahulu , lalu duduk bersimpuh dengan tertibnya. Kemudian tampillah Puteri Asyik dan mereka pun mula menari.Tarian asyik ini ditarikan dalam upacara perkahwinan dan pada malam berinai. Tiga alat muzik penting yang digunakan ialah rebab , gambang dan gedombak.

TARIAN AYAM DIDIK

Tarian ini dikatakan berasal daripada gerakan berlaga ayam, iaitu sejenis sukan yang diminati oleh orang Melayu pada masa lampau. Tarian ini dicipta oleh ahli tarian dinegeri Perlis. Tarian ini diringi dengan nyanyian lagu ayam didik.

TARIAN BALAI

Tarian ini berasal dari daerah-daerah dinegeri Terengganu. Tarian ini ditarikan oleh gadis-gadis kampung dalam bentuk simbolik seperti melakukan pekerjaan sawah. Penari-penari akan menari mengelilingi balai, iaitu sejenis payung panjang berwarna-warni yang diletakan dibawah gelanggang.

CANGGUNG

Kata tanggung berasal dari bahasa Thai yang bererti menari. Tarian Canggung berasal dari negeri Perlis dan menjadi popular di negeri Kedah, Perlis dan Pulau Pinang. Tarian ini dicipta oleh seorang ahli tarian dari Kangar selepas perang dunia kedua

TARIAN SITI WAU BULAN

Tarian ini berasal dari negeri Kelantan, ditarikan pada musim menuai sempena dengan temasya dan permainan wau.

TARIAN CINTA SAYANG

Tarian ini berasal dari yang menggambarkan keluarga nelayan. Tarian ini menunjukan bagaimana keluarga nelayan mengucapkan selamat jalan kepada para nelayan sebelum turun ke laut.

TARIAN DABUS

Tarian ini berasal dari negeri Perak dan mengandungi unsur keagamaan yang berkait dengan kepahlwanan Sayidina Ali.

TARIAN GAMBUS

Tarian ini berasal dari daerah Kuala Kangsar Perak. Tarian ini dikatakan telah dikenali didaerah ini sejak 50 tahun yang lalu, dipercayai berasal dari negeri Arab.

TARIAN INAI

Tarian ini adalah tarian istana yang ditarikan semasa majlis berkhatan anak pembesar-pembesar istana. Ianya dipersembahkan kepada kanak-kanak ini semasa mereka hendak dikhatankan dan duduk diatas pelamin.

TARIAN JOGET

Tarian ini diperngaruhi oleh kebudayaan Portugis dan dijadikan sebagai tarian sosial serta diterima oleg berbagai-bagai kaum di Malaysia.

TARIAN KUDA KEPANG

Tarian ini ialah tarian warisan budaya Jawa yang terpengaruh dengan islam. Ciri kejawaan itu jelas pada pakaian penari-penari dan unsur islam jelas semasa cerita itu ditarikan iaitu mengisahkan pepernagan Rasullollha dan para sahabat.

TARIAN MAK INANG

Pada zaman kesultanan Melayui Melaka, tarian mak inang sangat popular ditarikan pada hari-hari kerja kahwin tetapi kini ditarikan majlis-majlis sosial.

TARIAN ZAPIN

Tarian ini dikatakan berasal dari negeri Parsi . Ianya diringi dengan alat-alat muzik seperti dabus dan marwas. Pakaian yang digunakan ialah baju melayu.

  • DRAMA TRADISOANAL

Drama tradisional mengikut pendapat Amin Sweeney ialah karya drama yang dianggap oleh masyarakat yang mewarisinya sebagi hasil yang diwarisi secara turun temurun dari generasi yang lampau. Antara seni drama tradisinal yang popular dalam masyarakat melayu adalah seperti berikut :

MAIN PUTERI

Drama tradisinal ini berkembang dengan popular sekali didesa-desa dinegeri Kelantan. Drama ini digunakan untuk mengubati orang sakit. Tok Puteri memainkan peranan sebagai pawang atau bomoh untuk mengawal penyakit yang dibawa oleh roh-roh atau semangat jahat.

MAKYUNG

Makyung ialah drama tradisional yang popular dinegeri Kelantan. Drama ini berasal daripada ritual memuja roh datuk nenek. Permianan makyung ini dikatakan berasal dari negeri Patani.

MENORA

Menora ialah sejenis drama tradisioanal Melayu yang dikatakan dipengaruhi oleh seni darama Siam. Menora telah menjadi popular dinegeri Perlis, Kedah dan Kelantan.

WAYANG KULIT

Wayang kulit merupakan sejenis drama tradisoanl melayu yang terbahagi kepada beberapa jenis seperti wayang golek, wayang wang, wayang topeng dan wayang beber. Kini hanya wayang kulit yang masih kekal.

SENI RUPA Seni rupa dalam masyarakat melayu meruapakan ciptaan yang megandungi unsur-unsur seni yang dihasilkan oleh orang melayu melalui ukiran, anyaman, tenunan, seni bina dan sebagainya.

SENI UKIR

Seni Ukir dalam masyarakat melayu mempunyai hubungan rapat dengan hasil-hasil kerja tangan yang dicipta melalui kepandaian mengukir. Ciri-ciri ukiran itu dihasilkan melalui ukiran timbul, ukiran terbenam, ukiran tebuk dan ukiran timbus.

SENI KRAFTANGAN

Seni kraftangan adalah hasil seni yang dicipta untuk digunakan, tetapi digubah dengan memasukkan unsur-unsur seni untuk memberi bentuk yang indah dan menarik hati. Penciptaan kraftangan itu memerlukan keahlian dan kecekapan dalam penggunaan bahan-bahan asas yang teratur sejak dari proses awal hinggalah sesuatu hasil kraftangan itu tercipta. Proses penciptaan kraftangan tersebut memerlukan daya estetika demi untuk memberikan rekabentuk yang indah dan menarik.

SENI TEMBIKAR

Seni tembikar merupakan sejenis hasil kraftangan orang melayu yang menggunakan tanah liat yang dibakar dan digilap. Reka bentuknya dicipta berdasarkan fungsi sesuatu barang itu seperti periuk nasi, bekas air, bekas mennyimpan makanan seperti jeruk, pekasam dan lain-lain. Perusahaan membuat tembiran secara tradisoanl ini masih dilakukanoleh orang melayu khususnya di Sayung, Perak.

SENI ANYAMAN

Menganyam meruapakn proses menjalin jaluran daun, lidi, rotan, akar, buluh dan beberapa jenis tumbuhan yang lain. Beberapa jenis reka bentuk kraftangan dihasilkan melalui nyaman demi untuk mencipta sesuatu alat keperluan harian contohnya mengahsilkan topi, tudung saji, bakul dan mengayam tikar untuk mengalas tempat duduk.

TEKATAN

Tekatan dikenali juga dengan nama suji dan merupakan sejenis seni kraftangan yang popular dalam masyarakat melayu. Tekatan menggunakan kain baldu sebagai kain dasar dan bentuk hiasannya mengambarkan rekabentuk bunga dan pohon – pohon. Tekatan digunakan untuk membuat kasut , kipas . muka bantal dan balutan tepak sirih. Hasil tekatan ini dibuat bagi tujuan upacara tertentu seperti dijadikan hiasan pada upacara perkahwinan , upacara berkhatan , pertabalan raja dan upacara – upacara kebesaran yang lain.

SENI TENUNAN

Seni tenunan terbahagi kepada tiga jenis iaitu tenunan biasa , tenunan ikat celup dan songket. Tenunan songket merupakan tenunan yang paling lengkap dan cantik. Tenunan ini merupakan satu perkembangan daripada proses tenunan biasa. Sementara tenunan ikat pula dipercayai berkembang di istana raja – raja. Penciptaannya lebih rumit terutama dalam proses menyongket solek atau menyolek. Jenis kain tenunan ini dikenali juga dengan panggilan kain benang emas.

SENI BATIK

Batik merupakan seni tekstil yang dihasilkan melalui proses menerapkan lilin dan mencelup kain. Pada permulaannya kain putih yang hendak diproses menjadi kain batik itu direbus dan dikeringkan. Kemudian kain batik itu diterapkan dengan blok tembaga yang dicelupkan ke dalam lilin cair yang dipanaskan. Selepas diterapkan kain itu akan diwarnakan dengan cara celupan yang berperingkat – peringkat. Selanjutnya kain itu direbus dan divasuh sehingga bersih lalu dijemur hingga kering.

SENI TEMBAGA

Seni tembaga merupakan satu lagi kraftangan orang melayu. Seni ini diperkenalkan denagn tujuan untuk mencipta alat-alat daripada tembaga yang canti dan indah bentuknya. Alat-alat yang dicipta dalam proses seni tembaga ini digunakan dalam upacara-upacara adat khususnya diistana raja-raja melayu seperti alat-alat pertabalan raja, upacara perlkahwinan atau upacara diraja yang lain. Alat-alat tembaga ini digunakan sebagi hiasan atau perkakasan kegunaan dirumah seperti dulang, tempat letak sireh, sudu, tempat bara, bekas perenjis air mawar dan sebagainya

SENI BINA

Reka bentuk seni bina melayu lahir daripada bentuk rumah-rumah yang menjadi tempat penginapan orang melayu. Walaupun terdapat berbagai jenis rumah melayu namun struktur binaanya tdiak banyak berbeza . Reka bentuk rumah-rumah melayu juga meperlihatkan wujudnya unsur-unsur seni bina dari daerah-daerah lain dialam melayu atau dari luar alam melayu. Contohnya rumah-rumah orang melayu di negeri Sembilan adalah bercorak seni bina rumah minangkabau

PERMAINAN RAKYAT

Dalam tradisi lisan, permainan ini yang dikenali juga sebagai pemainan masa lapang atau sukan rakyat termasuk dalam kategori “folk games”. Permainan ini bukan sahaja berfungsi sebagai alat hiburan tetapi juga berperanan dalam aktiviti sosial untuk menyerikan majlis-majlis keramaian, perkahwinan dan sebagainya.

Permainan masa lapang dan sukan rakyat yang lahir di dalam kebudayaan Melayu, malah dalam kebudayaan semua dikatakan sebagai satu cara untuk pelepasan emosi manusia itu sendiri.

Di samping berfungsi diatas permainan tradisional dalam masyarakat Melayu memainkan beberapa peranan yang lain seperti bertindak sebagai alat komunikasi di kalangan anggota masyarakat.

Permainan masa lapang bagi orang Melayu boleh dibahagikan kepada permainan untuk orang dewasa dan permainan untuk kanak-kanak.

Permainan untuk orang dewasa termasuklah permainan wau, sepak raga, gasing, menyabung ayam, laga buah keras, congkak, berlaga kerbau dan lain-lain.

Permainan untuk kanak-kanak pula termasuklah main telaga buruk, guli-guli, main galah, main kapal terbang, cina buta, ketup atau sembunyi dan lain-lain.

PERMAINAN GASING

Gasing ialah permainan rakyat yang popular dikalangan orang Melayu. Di negeri-negeri Pantai Barat gasing diperbuat daripada kayu, sementara di negeri-negeri Pantai Timur khususnya dinegeri Kelantan gasing diperbuat daripada timah.

Permainan gasing dapat dibahagikan kepada tiga jenis iaitu :

  1. Permainan untuk bersuka ria
  2. Pertandingan gasing
  3. Permainan untuk pertunjukkan.

PERMAINAN LAYANG-LAYANG ATAU WAU

Permainan layang-layang atau wau mempunyai hubungan dengan kepercayaan kepada semangat padi. Permainan wau dipercayai telah dilakukan sebagai satu cara untuk memohon maaf kepada semangat padi yang telag menjelma menjadi seorang anak gadis.

Permainan wau diadakan sebagai hiburan untuk pelabagi peringkat umur. Permainan wau juga diadakan untuk pertandingan. Pertandingan yang melihat bentuk kecantikannya diukur dari segi keindahannya kepada bentuk, corak ciptaan, warna, keaslian ciptaan dan ukranya.

PERMAINAN CONGKAK

Permainan congkak ialah sejenis permianan Melayu tradisional yang digemari oleh kaum wanita dan kanak-kanak. Permainan ini dipercayai mula berkembang di istana iaitu dikalangan wanita-wanita istana dan para pembesar. Mereka memainkan permainan ini untuk menghiburkan hati pada waktu lapang dan juga bagi mengisi masa yang banyak terluang.

Permainan congkak menggunakan dua bahan, iaitu papan congkak dan buah congkak. Kadang-kadang sebagai ganti papan congkak, lubang-lubangnya dibuat diatas tanah. Sementara biji-biji congkak pula ialah guli-guli kaca, buah getah, biji saga, batu-batu kecil dan sebagainya. Setiap papan congka hanya boleh dimainkan oleh dua orang sahaja.

MENYABUNG AYAM

Salah satu permianan bercorak pertandingan yang digemari oleh masyarakat Melayu tradisional ialah permainan menyabung binatang-binatang ternakan seperti lembu, kerbau dan ayam. Permaina sabung ayam misalnya diadakan sempenan sesuatu upacara tertentu yang disambut oelh masyarakat Melayu tradisional seperti ketika menyambut kelihiran bayi, perkahwinan dan pentabakan raja.

Permainan manyabung ayam melibatkan pertaruhan wang atau sejenis perjudian. Tetapi pemilik ayam boleh mendapat bayaran tanpa turut serta dalam pertaruhan menyabung dengan cara menyewakan ayamnay jika ayamnya itu telah terkenal sering beroleh kemenangan.

SEPAK RAGA

Sepaka raga ialah sejenis permianan yang menggunakan bola yang diperbuat daripada rotan yang dinanyam dua hingga tiga lapis. Sepak raga dimainkan oleh beberpapa orang pemain yang berdiri membentuk bulatan. Permainan ini dimulaid engan salah sorang pemian melambugkan bola kepada salah seorang pemian yang lain. Pemain lain kan menimbang bola terbut sebelum diambil oleh orang lain.